Feeds:
Posts
Comments

Tuhan Sembilan Senti


oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning
dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang
sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai
terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,

lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan
api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Amin Yaa Rabball alamin

Akhir November 2011 lalu, Indonesia khususnya Jakarta, dikunjungi oleh legenda hidup sepak bola moderen. Ya, siapa lagi maksud saya kalau bukan David Joseph Beckham. Pria yang memulai ketenaran lewat klub raksasa Manchester United ini datang bersama klub terakhir yang dibelanya, LA Galaxy, yang juga sebagai kampiun MLS (Major League Soccer) musim 2010-2011 di negeri Paman Sam.

Acara yang memang dipromotori oleh televisi swasta SCTV ini berdurasi 3 hari dengan kegiatan-kegiatan yang vatiatif semisal coaching clinic untuk 250 anak-anak Indonesia yang ‘beruntung’. Beruntung karena mereka tidak mungkin berasal dari keluarga yang melarat. Lihat saja Al, El, Dul bin Ahmad Dhani yang beruntung dapat mengikuti coaching clinic di Senayan. Tentu salah satunya karena orang tua mereka pun sangat tajir.

Disini saya tidak mau membahas status sosial orang lain, namun saya lebih tertarik membahas siapa cewek Indonesia yang seharusnya ‘pantas’ menemani David Beckham selama 3 hari plesirannya di Jakarta. Bukan bermaksud melecehkan pihak SCTV yang telah memilih Syahrini sebagai host David Beckham. Ini hanya sekedar pendapat saja.

Menurut hemat saya, artis Indonesia yang lebih pantas menemani David Beckham, adalah:

1. Donna Agnesia

Alasannya tidak lain karena selebriti cantik ini juga adalah penggemar sepak bola. Bahkan sebelum menikah, ia dan suaminya Darius Sinathrya, seingat saya pernah menjadi presenter Piala Dunia Sepak Bola di televisi. Wawasan soal sepak bolanya pun yahud.

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Agnes Monica

Satu alasan saya yang terbersit ketika membayangkan sosok Agnes Monica: enerjik. Cewek cantik dan super aktif ini selain tarikan suaranya oke banget, juga terkenal dengan imej-nya yang enerjik. Mungkin wawasan soal sepak bolanya tidak sebaik Donna Agnesia, namun menurut saya ia bisa mewakili perempuan Indonesia yang aktif, enerjik, juga cantik. Terlebih lagi, bahasa Inggris-nya pun nggak malu-maluin.

 

 

 

 

 

3.  Annisa Pohan

Jangan lupa, menantu orang nomor satu di Republik ini juga termasuk selebriti Indonesia yang tidak buta olah raga sepak bola. Ia tercatat pernah lama menjadi presenter sepak bola di televisi swasta RCTI. Selain lumayan juga wawasan sepak bolanya, perempuan anggun satu ini saya anggap sebagai salah satu selebriti yang mempunyai kecantikan alami asli Indonesia, tanpa perlu ditambahi “bulu mata anti-badai” dan “jambul khatulistiwa”.

 

 

 

 

Meski demikian, toh dipilihnya Syahrini sebagai host David Beckham pun akhirnya saya terima saja. Oke oke saja lah. Selain karena euforia David Beckham sudah lewat… alasan lain, karena toh ia berhasil pula mempertontonkan bagaimana caranya pede abis. Nggak peduli kicauan orang lain di dunia maya yang kebanyakan bernada sinis dan ngenyek… ia tetap ‘Maju Tak Gentar’. Ya, karena Syahrini adalah…  Sesuatu :)

Kehidupan masyarakat di negara Republik Indonesia semakin hari semakin berat saja. Salah satu partai politik bahkan berani mengusung motto yang agak nyinyir: “Orang Miskin Dilarang Sakit”. Ya memang aneh tapi itu nyata, bahwa di negara yang gemah ripah loh jinawi masyarakat masih terbebani oleh sesuatu yang sesungguhnya dapat diatasi oleh masing-masing pemerintah daerah yang disinyalir masih lebih memilih fokus untuk mengembangkan infrastruktur tata kota…  (atau imej pribadi demi kepentingan politik di masa datang?).

Nah pertanyaannya, apakah memang Indonesia ini benar-benar miskin? atau “pura-pura” miskin? Kebingungan saya ini beranjak dari banyaknya wakil rakyat Republik Indonesia yang “mangkal” di Senayan dengan mobil-mobil mewah mereka. Detik Com mencatat bahwa banyak sekali mobil merek Toyota Alphard yang wara wiri di Gedung DPR Senayan.

Bagi saya ini mencerminkan bahwa sebenarnya rakyat Indonesia itu kaya raya. Bagaimana tidak? yang mewakili rakyat saja mobilnya rata-rata berharga sekurangnya 1 (satu) milyar rupiah lho!.  Nah, bayangkan deh… bagaimana keadaan mereka yang diwakili? Tentu (harusnya) lebih sejahtera kan?.

Ah, mudah-mudahan yah..  sesuatu :)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

After recent Egyptian population uprising against tyranny, the president of Egypt (Hosni Mubarak) was sitting and was very sad and depressed. His aid was serving him Moroccan coffee.

Hosni Mubarak had a lot on his mind so he turns to his aid and asks him:  “Who do you think is better, Sadat or Me (referring to himself).”

His aid replies by saying: “Mr President! You are better because Sadat was scared and afraid of Israel.”

Mubarak’s mood changes and he feels a bit happy now.

So He asks his aid again: “Who do you think is better, Gamal Abd Al-Naasir or Me (again referring to himself).”

His aid replies and says: “You are the better than Abd Al-Naasir Mr President, because Abd Al-Naasir was afraid of America”

President Mubarak feels proud and is getting more excited.

So he asks his aid again: “Who do you think is better, Umar bin Al-Khatab or Me”

His aid replies: “MR PRESIDENT! YOU ARE BETTER BECAUSE UMAR BIN AL-KHATTAB WAS AFRAID OF ALLAH!”

A Way of Gratitude

Sekilas cerita ini saya kutip dari penuturan saudari kami asal Malaysia yang sedemikian yakin bahwa pertolongan Alloh itu dekat. Fyi, ia adalah salah satu orang yang terbilang belum lama memeluk agama islam. Have a nice day :)

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ وَمَغْفِرَتُهُ

Dear Pak Haji,

Your comments on suicide-bombers reminds me to an old conversation between my manager and myself in 2003. Remember the USA attacked Iraq?
I was appointed as QA leader here and we are producing stainless steel butt weldding fittings. So I often report to the QA Manager named Daniel Augustine. Very strict in work wise. Coz our products are for oil and gas field.

One busy morning he asked me to come to his office. He was facing his note book. And I notice there were production supervisors and the manager too. Am really out off idea coz so far no any rejections and problem in the line. Finally he showed me a video of men slaughtering. It happened in Iraq. Four masked men slaughtering two white men. Only a glance I gave coz so scary!. Then Daniel said “see anisah what the Muslim people doing to the innocent persons”. See how bad there are. He knows I am a converter. And he keep on repeating his words that Muslims are bad. Suddenly, yah! That’s why when nasihat our scholars always says that all the good “ilhams” are from Allah Himself and the unwanted are from our own “kekhilafan”. Suddenly I got the ilham and asked him “Sir how do you know that they are Muslims?” He said ” anisah can’t you hear that they are saying ALLAHU AKBAR?” are they sir? Yes they are he said. He showed me again the clip and alerting the part they(masked men) saying ALLAHU AKBAR before cut off the white men’s head.

Then I told him “Sir a good muslim who practice and follows what’s in Quran and Hadist will never ever do this kind of things. coz it’s forbidden to do so. We must show a good example of being a muslim” He still keep on saying that they are muslims. Finally I asked him “Sir are you a muslim?” He said off course not. Then how come you proclaim ALLAHU AKBAR just now?” Why don’t the mask men would be non-muslim and want to blame the muslim people over these mess?” He had got no word to say. And I came down. But I really don’t know whether the mask men were muslims or not but Alhamdulillah I have cleared something up there.

You know Pak Haji, since I joined here in 2001, I have seen only one single man prays standing on the bench at meeting hall coz no any place provided for solat here. There were malay muslims working here. I decided to pray in a guard post at our back gate of company. Coz seldom guard be there. The gate is closed permanently. For a big shock. After a few days when I went for Asar prayer I saw a well wrapped plywood with smooth carpet on the metal floor. The operator an Indian man said Mr.Daniel asked to fix this for you to use for prayers..May Allah bless him and his family with hidayah! My tears burst when ever I remember this. So many people talked behind me that praying at working place which is not clean, apa tahu tentang Islam?. Converter are not well welcomed if talk about ibadah among born muslims.You knowlah -Malaysia- majorities are muslim. I didn’t care at all I utilized my break time to say my prayers. So the prayers are said in time and never effect my working performance. الحمد لله رب العلمين Now Pak Haji Alhamdulillah almost 99% of the male workers are praying there. Got sticker “SURAU”. Now implemented with air conditioner! Sometimes I have to wait for them to finish their prayers coz am the only muslim female working here heheheheh…..

Am telling you this is not to show off of myself but to be an eye witness that the dalil really works out!. If you cannot change things with your hand,then use your action,then word if it didn’t work out then doa. As a good muslim iman menetapi QHJ, by being a model we can change the world (not Top Supermodels of America or Britain) but TOP SUPERMODELS OF ALLAH and RASUL we should/must be.

because you sabar membaca my old story. Normally I wont share coz malu but I thought of telling you Insya Allah you would pick up some of the good useful message to our members and I really love QH which been practiced with congregate. A good way of live that we can’t find any where else in this world!

mApmaslb & dapat menetapi QHJ hingga tutup pol ajal mati masing2 niat mukhlis lillah kerana Allah- aAjkAkh – wSak wRAwBwM

P/S: Mr.Daniel Augustine promoted and working with an Norwegian company in West Port since 2007.

sincerely,
anisah razlan

الْحَمْدُ لِلَّهِ جَزَا كُمُ اللهُ خَيْرًا

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

QS. Ibrahim: 7

Nggak Jelas

Hari ini genap merupakan hari ke-100 usia kepemimpinan SBY-Boediono. Demo besar-besaran terjadi hari ini di jalan-jalan protokol ibukota seperti Jakarta dan Bandung. Entah kenapa demo besar-besaran kali ini tidak menarik perhatian saya untuk lebih seksama memperhatikannya di layar kaca.

Demonstrasi kali ini saya pikir hambar dan kurang mengena. Apa sebab, tatkala banyak sekali orang yang mendemo pemimpin negara di Istana Negara dan di Gedung DPR/MPR, eh, sang pemimpin negara ternyata sedang “asyik” ada di Banten dan Sumatera meresmikan proyek besar PLN.

Yang mendemo dan yang didemo jadi serba tidak jelas. Apa pasal? Target demonstrasi tidak ada di tempat, dan yang demo juga tidak jelas-jelas amat. Salah satu teman saya, yang notabene dulunya adalah aktivis mahasiswa yang sering “turun gunung” dan sempat beberapa kali face to face dengan tentara, sempat-sempatnya mengirim sms ke saya begini:

“demo bayaran..! gue tau banget orang-orangnya!”.

Wew… sebagai rakyak jelata, tentunya saya tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi di jalanan hari ini. Yang penting urusan perut tidak terganggu. Tetapi sungguh amat sangat disayangkan apabila maksud dan tujuan demo tersebut jadi tidak jelas kemana arahnya. Mau cari muka, cari “duit recehan” atau apa?

“Turunkan SBY-Boediono” adalah tulisan banyak terpampang di barisan pendemo. Lalu kalau SBY-Boediono turun, siapa gantinya? Pastinya seribu kepala punya seribu pilihan berbeda, kan?. Jelas bakalan ada masalah baru lagi.

Ah, kapan majunya negara ini?

Mancing Mania

Pernah lihat acara mancing mania di Trans 7 kan?. Kayaknya asyik sekali meluangkan waktu santai di tengah laut untuk memancing. Ternyata laut Indonesia penuh dengan beragam jenis ikan yang bukan hanya berbeda jenis namun juga berbeda bentuk dan ukuran. Mancing bukan kegemaran saya, tetapi darinyalah saya bisa mengambil pelajaran hidup.

Kata orang, jika kepingin tahu sifat baik atau buruk seseorang, caranya sama, ya dipancing. Tanpa dipancing-pancing, sulit untuk melihat sifat asli seseorang. Tapi juga alangkah sulitnya memancing orang yang tidak mudah terpancing. Untuk memancing sifat asli seseorang, tidak diperlukan hal-hal njelimet. Cukup membuat komunikasi mengalir apa adanya, nanti juga muncul dengan sendirinya.

Tapi soal mancing-memancing ini juga perlu kehati-hatian dan ketelitian. Mesti tahu dulu, apa yang mau dipancing. Jangan asal pancing. Karena saya jadi teringat jaman tawuran waktu SMA dulu (jangan diikutin ya, hehe). Alih-alih memancing anak SMA “sebelah” biar “keluar kandang” untuk ditawur, ternyata yang keluar malahan tentara. Ya kocar kacir lah kami semua :)

Usut punya usut, ternyata sekolah yang kami “sambangi” itu milik TNI AD. Huhh, dasar sial…

Makanya bung, jangan mudah terpancing. Sebab kalau terpancing, nanti… KENA DEH!!

philramsey_2Bicara soal wirausaha, dari banyak artikel yang saya baca, dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi usahawan yang berhasil memerlukan tempaan dari kondisi usaha sekitarnya. Usahawan yang berhasil sebagaimana air sungai, tidak peduli besar halangan dan rintangan yang ada di depannya ia tetap mampu untuk menyelisihinya. Adapun usahawan yang ingin berhasil biasanya memiliki seorang atau beberapa mentor (penasehat), karena dengan adanya mentor tidak menutup kemungkinan menjadikan usahanya tumbuh lebih cepat sebagaimana yang diharapkan dan bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan bisnis yang perlu dihindari meski banyak orang bilang bahwa pengalaman, seburuk apapun, adalah guru yang terbaik.

Mentor yang dimaksud adalah orang-orang yang lebih berpengalaman di bidang tertentu, yang dianggap telah mumpuni secara teori dan praktek. Adapun referensi dari buku-buku tulisan pelbagai usahawan itu hanya bumbu tambahan saja sebagai cermin agar kita berhati-hati dalam menjalankan usaha, atau bisa jadi sebagai motivasi tertentu sejalan dengan usaha yang sedang dirintis. Ada pepatah mengatakan, “malu bertanya sesat di jalan”. Sebagai usahawan atau calon usahawan yang telah menentukan jenis usaha apa yang ingin dirintis tentunya haram hukumnya tidak mau bertanya kepada orang-orang yang lebih mengerti kondisi dan situasi.

Mentor yang baik tentunya berwujud sebagai manusia yang bisa kita mintai masukan secara detil dan nyata sesuai dengan bidang yang sedang kita geluti, bukan hanya sebagai bacaan-bacaan ringan saja. Biasanya mereka mampu mengarahkan seseorang secara real time, karena dalam suatu usaha atau bisnis biasanya masalah demi masalah muncul secara tak terduga.

Sebagai “murid”, jangan pernah merasa superior dibanding para mentor yang kita mintai pertolongan atau masukan, sebab sudah jelas bahwa dengan kita bertanya kepada seorang mentor ilmu yang kita miliki mungkin belum sebanyak mereka punya, meski pada kenyataannya para mentor yang kita mintai masukan atau pertolongan adalah mereka yang tidak mengenyam bangku pendidikan yang tinggi. Karena bagaimanapun, yang membedakan antara orang yang berhasil dan yang tidak, adalah ilmu yang dimiliki. Mari kita terus belajar dengan mereka yang telah terbukti mampu dan berilmu!.

29 Sep 2009

Etiquettes of a Student of Knowledge

بسم الله الرحمان الرحيم

السلام عليكم ورحمت الله و بركاته

Etiquettes of a Student of Knowledge with himself:

1.) Ikhlaas – Sincerity: Our intention must be to gain knowledge for the sake of Allah (SWT), to seek His pleasure.

Jabir ibn ‘AbduLlah رضي الله تعالى عنه narrated that the Prophet صلى الله عليه وسلم said, “Do not acquire knowledge in order to compete with the scholars, nor to argue with the ignorant, nor to gain mastery over the gatherings. Since whoever does that, then: The Fire! The Fire! [Sunan at-Tirmidhi, Sunan ibn Majah, Musnad Ahmad and others]

Sufyan ath-Thawri رحمه الله تعالى said, “I have never tried to cure anything that is more difficult to cure than my niyyah”

2.) To make sure we purify our hearts from any evil feeling against the fellow students of knowledge and Muslims in general:

Prophet صلى الله عليه وسلم “…Indeed there is a piece of flesh in the body which if it is good, then the whole body is good, but if it is corrupt then the whole body is corrupt. Indeed it is the heart.” [Sahihayn]

3.) Our body should be purified of sins. We must make sure we have Taqwa of Allah (SWT):

Prophet صلى الله عليه وسلم said, “Teaching others good and forgetting himself is life a candle that gives light to others and burns itself.”

Our purpose of learning should also be to implement on ourselves what we learn.

4.) A person should understand in his heart the importance of knowledge.
5.) Good studying habits:

- Early morning for memorisation
- Later on, study a new topic
- Afternoon for revision of older topics
- Evening for doing research.

6.) Choose proper companions:

Prophet صلى الله عليه وسلم said, “A person will follow the religion of his friend, so be careful whom you choose as your friend”

Prophet صلى الله عليه وسلم described a good a friend as a man who sells perfume. If a person stays in his company, he will smell sweet. He صلى الله عليه وسلم described a bad friend as a blacksmith. If a person stays in his company, he will eventually smell unappealing.

7.) He should try to study Islam at an early age:

Studying in a young age is like inscribing on a rock and at an old age is stick tapping in water.

8.) Patience:

Scholars have said, “If you give yourself all to gaining knowledge, then you will gain something, otherwise you will gain nothing”

9.) Taking notes:

Prophet صلى الله عليه وسلم said, “Trap knowledge, trap knowledge.” The Sahabah رضوان لله تعالى عليهم said, “How, O’ Messenger of Allah?” Prophet صلى الله عليه وسلم said, “By writing it down.” [Khatib al-Baghdadi and others, Sahih]

When the Salaf were during a class and when their paper used to run out, they used to start writing on their sleeves. When the place would run out, they would take off their shoes and write on their upper clean part. They would, then, go home bare feet on scorching sand. As soon as they would reach home, they would copy the ‘Ilm down on paper.

Etiquettes of a Student of Knowledge with his Shaykh:

1) He should choose the proper Shaykh:

Muhammad ibn Sirin رحمه الله تعالى said, “This knowledge is that you learning is the Deen, so be careful of who you take the Deen from.”

2) He should respect his Shaykh:

Prophet صلى الله عليه وسلم said, “He is not from us who does not love and show mercy to the young one and respect the elder ones and know the right of the scholars.”

‘AbduLlah ibn ‘Abbas رضي الله تعالى عنه once took the stirrup of Zayd bin Thabit رضي الله تعالى عنه who was a much older and knowledgeable Sahabah and he was leading his horse. So, Zayd رضي الله تعالى عنه said, “How can you do this if you are the cousin of Prophet?” ‘AbduLlah رضي الله تعالى عنه replied, “This is how we have been commanded to treat our scholars!”

3) He should have proper adaab with him:

Imam ash-Shafi’i رحمه الله تعالى once said concerning Imam Malik رحمه الله تعالى, “When I would sit in front of Imam Malik, I would turn the pages gently so as not to disturb him.”

The Salaf رحمهم الله تعالى used to say, “You are going to be treated the way you treat your shuyookh.”

Imam ar-Rabi’ رحمه الله تعالى, the student of Imam ash-Shafi’i رحمه الله تعالى, said, “By Allah, I never had the guts to drink water in front of Imam ash-Shafi’i.”

a) He should pay attention when his Shaykh talks
b) He should not talk to his fellow peers
c) He should avoid excessive jokes and laughing

Prophet صلى الله عليه وسلم said to Abu Hurairah رضي الله تعالى عنه, “Beware of excessive laughter because laughing too much causes your heart to die.”

4) He should love and pray for his Shaykh:

Shu’bah ibn al-Hajjaj رحمه الله تعالى said, “When I would hear a hadith from a person, for the rest of life I would always be in his service.”

5) He should be patient with concerning the faults of his Shaykh:

The Salaf رحمهم الله تعالى would say, “Whoever is not patient with concerning the faults of his Shaykh will not learn anything.”

6) He should properly in front of his Shaykh:

- He should not sit with his feet facing the Shaykh

In the famous hadith of Jibreel عليه سلام when he came to ask the Prophet صلى الله عليه وسلم about what is Iman, Islam and Ihsan, he sat next to Prophet صلى الله عليه وسلم knee to knee and kept his hand on his صلى الله عليه وسلم’s knee.

7) He should speak with his Shaykh in a nice and a proper manner

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.